Konjugasi Kalimat dalam Bahasa Jerman

Konjugasi Kalimat dalam Bahasa Jerman

Bagaimana konjugasi Kalimat dalam Bahasa Jerman ? Ini yang akan sama-sama kita bahas pada pembahasan kali ini.

Dalam kalimat Bahasa Jerman ada yang dikenal dengan istilah ” KONJUGASI “. Apa yang dimaksud dengan konjugasi dan bagimana bentuknya akan sama-sama kita bahas pada tulisan saya kali ini

” Konjugasi adalah perubahan kata kerja mengikuti Subjeknya “

Dengan demikian konjugasi dalam Bahasa Jerman adalah kata kerja dalam Bahasa Jerman mengikuti Subjek yang telah ditentukan. Sampai sini faham ?

Saya terkadang agak kesulitan jika menjelaskan mengenai konjugasi ini, karena berdasarkan pengalaman saya bahwa konjugasi adalah hal baru yang tidak ditemui dalam Bahasa Indonesia. Bagaimana bentuk perubahan konjugasi berikut adalah contohnya :

  • Ich komme aus Indonesien
  • Du kommst aus Indonesien
  • Peter kommt aus Indonesien
  • Wir kommen aus Indonesien

Anda bisa lihat untuk kata kerja “kommen” ada perubahan di akhir katanya, ada berubah dan mendapatkan tambahan -e, -st, -t dan -en. Nah inilah yang dinamakan dengan ” konjugasi = perubahan kata kerja mengikuti Subjeknya “. Jadi kata kerja yang ada berubah mengikuti Subjek yang telah ditentukan.

Bagaimana aturannya ? Yuk kita bahas.

” Untuk Subjek ich diakhiri -e, du diakhiri -st, er/sie/es diakhiri -t, wir diakhiri -en, ihr diakhiri -t dan Sie/sie (pl) diakhiri -en “

Di atas adalah aturan bagaimana kita menentukan konjugasi sebuah kalimat. Ada pertanyaan sampai sini ? Silahkan tinggalkan pertanyaan di kolom komentar ya jika ada pertanyaan.

Note untuk diingat : Kata Kerja atau Verben dalam Kalimat Bahasa Jerman selalu menempati posisi Ke-2 dalam pembentukan kalimat Bahasa Jerman

Ada beberapa catatan / ketentuan mengenai konjugasi ini. Pada beberapa kasus konjugasi tidak mengikuti aturan yang telah saya jelaskan sebelumnya, sebagai contoh

  • Pada kata kerja yg tidak teratur (unregelmaessige Verben), perubahan kata kerja / konjugasinya tidak mengikuti aturan yang telah saya bahas, karena untuk konjugasi ” du & er/sie/es ” berubah, sebagai contoh kata essen ( du isst, er/sie/es isst ), nehmen ( du nimmst, er/sie/es nimmt ), sehen (du siehst, er/sie/es sieht), lesen (du liest, er/sie/es liest) dan masih banyak contoh kata kerja lainnya yang tergolong tidak beraturan
  • Pada Modalverben. Pada kasus Modalverben yang dikenakan kasus konjugasinya adalah Modalverbennya bukan kata kerjanya, sebagai contoh : Ich muss heute Abend Deutsch lernen (Saya harus belajar Bahasa Jerman malam ini). Pada kalimat ini yang dikenakan konjugasi bahasa Jerman adalah Modalverben muessen, bukan kata kerja lernen
  • Pada Kasus Perfekt. Dalam kasus Perfekt konjugasi dikenakan kepada kata kerja bantu “haben / sein” dan bukan pada Partizip Perfekt nya, sebagai contoh : Gestern habe ich einen Computer gekauft. Pada kalimat ini kata bantu ” haben” yang dikenakan konjugasi sedangkan untuk Partizip Perfekt ” gekauft ” tidak mengalami perubahan

Apakah konjugasi kata kerja penting dalam pembentukan sebuah kalimat di Bahasa Jerman ? Ya saya jawab mutlak penting dan harus dilakukan, bahkan jika boleh saya katakan waktu saya kuliah dulu, kalimat kita akan disalahkan oleh dosen saya jika kita salah mengkonjugasikan kata kerja, walaupun kalimat secara keseluruhan adalah benar.

Konjugasi ini sekali lagi adalah berlaku untuk seluruh kalimat dalam Bahasa Jerman, so jika Anda membuat kalimat dalam Bahasa Jerman jangan lupakan Konjugasi nya ya

Terima Kasih

2 Comments

  1. maaf mau nanya kan ada verben yang di stamm di tambahi kalimatnya biar memudahi pengucapannya. misalnya :arbaiten kalo di subjek du nanti jadi arbaitet tapi kalo di kata kerja lain misalnya besuchen kalo di subjek du nanti jadi besuchst. itu kayak mana ya maksudnya???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *