Nebensatz (Kalimat Sambung) dalam Bahasa Jerman : WENN, oder ALS ?

Wie geht’s Leute ? Hoffentlich geht es euch gut ! Mir geht es sehr gut hier ☺

So, sebelumnya saya pernah membahas Nebensatz menggunakan “WEIL” dan “DASS” (klik disini) kan ? Nah, kali ini kita akan belajar mengenai Nebensatz menggunakan “WENN” dan “ALS”. Arti dari kedua kata penghubung ini sama, yaitu “SAAT”, “KETIKA” atau bisa juga “JIKA”. Tapi…penggunaannya berbeda loh ! Fungsinya tentu saja untuk menghubungkan 2 kalimat.

 

WENN digunakan untuk menjelaskan kejadian yang bisa terjadi berulang-ulang, entah dimasa lalu, sekarang atau masa yang akan datang.

ALS digunakan untuk menjelaskan kejadian yang hanya terjadi sekali seumur hidup.

Karena WENN bisa digunakan untuk kapan saja maka yang perlu kalian perhatikan adalah TEMPUS. Jadi kalian perlu menyesuaikan bentuk Verbnya (kata kerja), apakah Präsens, Präteritum dan Partizip Perfekt. Sementara untuk ALS, kalian hanya bisa menggunakan Präteritum dan Partizip Perfekt. Bagi kalian yang belum memahami apa itu Präteritum dan Partizip Perfekt, silahkan baca artikel di bawah ini :

 

Perbedaan Perfekt dan Prateritum dalam Kalimat Lampau Bahasa Jerman

Perbedaan Perfekt & Prateritum dalam Bahasa Jerman (lanjutan) 

Perfekt : Pengertian dan Bentuk Perfekt dalam Bahasa Jerman 

 

Untuk Regelnya sama kok seperti kalian menggunakan “WEIL” dan “DASS”, Verbnya pada Nebensatz terletak di akhir kalimat.

 

REGEL : Subjek + Verb + Objek + Keterangan , WENN / ALS + Subjek + Objek + Keterangan + Kata Kerja

 

Contoh penggunaan “WENN” :

Hauptsatz     : Saya bertemu pacar saya.

Ich treffe meinen Freund.

Nebensatz   : Saya pergi ke bioskop.

Ich gehe ins Kino.

  • Saya bertemu dengan pacar saya, ketika saya pergi ke bioskop.
  • Ich treffe meinen Freund, wenn ich ins Kino gehe.

 

Penjelasan :

Untuk Hauptsatz, pola kalimatnya Subjek + Verb + Objek . Kata kerjanya masih pada posisi kedua setelah Subjek.

Sementara pada Nebensatz, pola kalimatnya Subjek + Verb + Keterangan.

Dikalimat ketiga, Hauptsatz dan Nebensatz digabung menggunakan “WENN”. Pola kalimatnya Subjek + Verb + Objek , WENN + Subjek + Keterangan + Verb. Seperti yang kalian lihat, pada Nebensatz yang awalnya posisi Verb setelah Subjek, saat disatukan dengan Hauptsatz menggunakan WENN, posisi Verbnya berpindah ke akhir kalimat.

Berikutnya, kenapa nggak pakai ALS ? karena peristiwa ini bisa terjadi lagi, bisa saja kemarin atau keesokan harinya lagi. Oleh sebab itu bukan ALS yang digunakan, melainkan WENN.

 

Berikutnya adalah contoh kalimat menggunakan “ALS” :

Hauptsatz     : Saya pergi Jerman.

Ich bin nach Deutschland geflogen.

Nebensatz   : Saya berumur 16 tahun.

Ich war 16 Jahre alt.

  • Saya pergi ke Jerman , saat saya berumur 16 tahun.
  • Ich bin nach Deutschland geflogen, als ich 16 Jahre alt war.

 

Penjelasan :

Pola pada Hauptsatz : Subjek + sein (Hilfsverb) + Keterangan (Tempat) + Partizip II . Seperti yang telah kalian ketahui, saat menggunakan Partizip Perfekt dibutuhkan Hilfsverb (kata kerja bantu) yaitu sein / haben yang disesuaikan dengan Hauptverbnya (kata kerja utama). Letak Hilfsverb adalah sesudah Subjek.

Sementara pada Nebensatz : Subjek + Verb (Präteritum) + Objek . Karena kejadiannya telah terjadi maka “sein” yang digunakan harus dalam bentuk Präteritum, yaitu “waren”.

Struktur kalimat ketiga sama dengan penggunaan WENN, Verb pada Nebensatz berada pada akhir kalimat.

 

Bagaimana ? Sudah bisa memahami cara menggunakan WENN dan ALS ?

Jika kalian masing bingung, saya persilahkan untuk tinggalkan pertanyaan kalian di kolom komentar 🙂

Postingan saya berikutnya masih mengenai penggunaan WENN dan ALS, Tapi… Nebensatznya disebutkan pertama lohh ! Kalau hari ini kan Hauptsatz dulu, baru Nebensatz.

Penasaran, kan? Tunggu postingan berikutnya ya  !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *